Pengertian perilaku Konsumtif/berbelanja

Menurut Nissa (2003), konsumtivisme didefenisikan sebagai pola hidup individu atau masyarakat yang mempunyai keinginan untuk membeli barang yang kurang atau  diperlukan. Sementara itu menurut Loudon dan Bitta (Simamora, 2002) lebih menekankan perilaku konsumen sebagai suatu proses pengambilan keputusan. Mereka mengatakan bahwa perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan yang mensyaratkan aktivitas individu untuk mengevaluasi, memperoleh, menggunakan atau mengatur barang dan jasa.
Menurut Engel (2002), tindakan perilaku konsumtif merupakan tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh, menggunakan dan menentukan barang dan jasa secara ekonomis termasuk proses keputusan memdahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut. Sedangkan menurut Solomon (Adi, 2002) perilaku konsumen adalah belajar tentang proses yang terlibat ketika individu atau kelompok memilih membeli, menggunakan atau menentukan produk, jasa, ide atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (dalam Lina dan Rasyid, 1997) mendefinisikan batasan konsumtif  sebagai kecenderungan manusia untuk menggunakan dan konsumtif tanpa batas, dan manusia lebih mementingkan faktor keinginan dari pada faktor kebutuhan. Oleh karena itu, predikat konsumtif menurut Lina & Rasyid (1997), biasanya melekat pada seseorang apabila seseorang tersebut membeli sesuatu di luar kebutuhan, tetapi sudah pada taraf yang berlebihan.
Berdasarkan beberapa pengertian yang dikemukakan, perilaku konsumtif adalah perilaku individu yang terjadi karena mengkonsumsi secara berlebihan dan tidak terencana terhadap barang dan jasa yang tidak diperlukan dan dipengaruhi oleh keinginan untuk memenuhi kesenangan serta lebih mementingkan keinginan dari pada kebutuhan.

Sumber : Melawati, Rizky. Dampak tas bermerek pada hubungan negatif antara perilaku konsumtif dengan locus of control

Previous Next

Leave a Reply

Stop censorship